3 Perbedaan Difabel dan Disabilitas

Perbedaan Difabel Dan DisabilitasDifabel dan Disabilitas merupakan dua kata yang sering diungkapkan namun terkadang juga sulit untuk dibedakan. Dua kata ini diungkapkan untuk mewakili seseorang dengan kondisi fisik maupun mental yang “tidak seberuntung” orang lain pada umumnya. Meskipun sering diucapkan secara bersamaan, namun dua kata tersebut sesungguhnya memiliki konsep yang berbeda. Ingin tahu apa perbedaanya? Silahkan simak informasi berikut:

  1. Perbedaan dari Sisi Definisi

    Perbedaan pertama antara Difabel dan Disabilitas dapat dilihat dari sisi definisinya. Secara terminologi, difabel merupakan seseorang yang mengalami kelainan (gangguan) pada fisik maupun mentalnya, sehingga hal itu menghambat ia untuk melakukan rutinitas seperti orang normal. Sementara disabilitas adalah seseorang yang mengalami cacat baik fisik maupun psikologis atau gabungan antara keduanya. Biasanya disabilitas mengalami ketidakseimbangan antara faktor biologis dan lingkungan sekitar (sosial).

  2. Difabel itu Memiliki Kemampuan Berbeda

    Kedua, istilah difabel  itu lebih tepat digunakan untuk mewakili suatu keadaan seseorang yang memiliki kemampuan berbeda dengan orang pada umumnya. Misalnya seseorang yang terlahir tidak memiliki tangan, sehingga kondisinya ini mengharuskan ia menggunakan kaki untuk menggantikan fungsi tanggannya, seperti melakukan aktivitas makan dan minum. Maka orang dengan kondisi demikian dapat dikatakan sebagai difabel.

  3. Disabilitas itu Mereka yang Tidak dapat Diakomodir Oleh Lingkungan Sosial

    Perbedaan ketiga antara Difabel dan Disabilitas adalah kata disabilitas itu lebih tepat digunakan bagi mereka yang mengalami kelainan (fisik atau mental) dan tidak dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sosial. Sebagai contoh seseorang yang semula terlahir normal namun karena suatu hal ia mengalami cacat pada fisiknya. Oleh karena cacatnya itu ia tidak dapat diterima dengan baik di lingkungan, sehingga disebut sebagai disabilitas. Namun jika telah dapat diterima di lingkungan sosialnya, maka kata disabilitas tersebut dapat digunakan kembali.

Bagaimana sudah jelas sekarang apa yang membedakan antara Difabel dan Disabilitas? Jika iya, maka setelah ini penggunaan dua kata tersebut haruslah sesuai dengan konsep yang telah dijelaskan tadi. Sehingga penggunaannya tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *