3 Kiat Merawat Anak Tuna Daksa dengan Tepat

Tuna daksaBagi siapa saja yang dikaruniai anak dengan kelainan fisik maka wajib tahu kiat merawat anak tuna daksa agar tidak melakukan kesalahan. Sebab setiap anak yang terlahir di dunia adalah istimewa dan kehadirannya tentu memiliki tujuan atau misi. Tidak semua orang memiliki anak tuna daksa, dan tentunya orangtua perlu belajar ikhlas sekaligus tetap memberikan yang terbaik.

Merawat Anak Tuna Daksa

Sebab bagaimanapun juga anak yang memiliki kekurangan apapun tetaplah anak, dan memberi yang terbaik merupakan solusi. Sebab meski memiliki keterbatasan fisik anak tuna daksa tetap mampuĀ  berprestasi dan memberi rasa bangga pada orangtuanya. Agar tidak gagap dalam merawat anak tuna daksa, simak beberapa kiat berikut ini:

  1. Mendapatkan layanan medis

    Adanya keterbatasan fisik memang membuat anak cenderung lebih bergantung pada orang sekitarnya, terutama orangtua. Namun bukan berarti tidak bisa mandiri sebab banyak tuna daksa yang justru mampu menjadi pribadi yang hebat meski serba terbatas. Maka penting bagi orangtua untuk memberikan fasilitas layanan medis. Konsultasi dengan dokter untuk mampu memberikan perawatan sesuai kebutuhan.

  2. Berikan pendidikan akademik

    Meski memiliki keterbatasan fisik bukan berarti anak tuna daksa diharamkan masuk ke ranah akademik. Justru dengan terjun di dunia sekolah malah memberi banyak bekal ilmu dan keterampilan. Agar anak tidak minder dan semangat belajar bisa memasukan anak ke sekolah khusus. Bisa pula menimbang home schooling agar tetap tumbuh menjadi anak pintar.

  3. Memberikan layanan psikososial

    Anak tuna daksa tentunya akan sangat membutuhkan layanan psikososial, dibantu tenaga ahli dan dukungan orang sekitarnya. Layanan psikososial ini membantu anak dengan tuna daksa untuk menghargai diri sendiri. Sehingga siap bersosialisasi dan mampu menjadi pribadi yang punya banyak prestasi.

Keterbatasan fisik yang dialami anak sejak lahir memang menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi pihak keluarga namun juga anak itu sendiri. Namun keterbatasan ini tentu bukan halangan bagi si anak untuk berkembang dan memperoleh haknya. Jadi pastikan merawat anak tuna daksa dengan tepat sesuai uraian di atas agar bisa mandiri dan berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *